Kabupaten Banyumas Akan Menjadi Destinasi Saya Selanjutnya

Peta Kabupaten Banyumas
(sumber foto www.peta-banyumas.blogspot.co.id)

Jawa Tengah merupakan provinsi favorit saya. Kenapa? Karena saya dibesarkan di sana dan saya keturunan orang Jawa Tengah. Sebagian besar kabupaten dan kota di Jawa Tengah sudah pernah saya kunjungi. Sejak kecil saya memang sudah sering diajak dolan-dolan oleh almarhumah Eyang Puteri saya. Yup, kami sekeluarga memang hobi main dan jalan.

Ketika bepergian yang paling saya suka adalah mengenal budaya suatu tempat yang saya kunjungi. Apalagi budaya Jawa yang tiap tempat pasti berbeda padahal namanya masih Jawa atau orang Jawa. Di Jawa Tengah sendiri terdapat banyak sekali kebudayaan yang melahirkan kesenian berbeda di tiap daerahnya. Mungkin hampir sama tapi pasti ada bedanya. Begitu pula makanan khasnya. Ada persamaannya (mirip) tapi pasti ada bedanya. Setiap saya pulang ke Jogjakarta atau Solo, saya selalu penasaran dengan kabupaten-kabupaten yang saya lewati dalam perjalanan. Ketika kereta menuju Jogjakarta berhenti di stasiun Purwokerto, saya selalu ingin berhenti dan blusukan ke kabupaten ini. Meskipun saya sudah beberapa kali berkunjung ke Purwokerto rasanya masih penasaran juga. Bukan hanya Purwokerto yang ingin saya ubek-ubek, tapi ada juga yang menarik yaitu Kabupaten Banyumas. Lupa-lupa ingat sepertinya saya pernah main ke Banyumas sewaktu SD. Berwisata ke Baturraden obyek wisata tersohor di Kabupaten Banyumas.

Flyer Wisata dan Budaya Banyumas Jawa Tengah
(dok. Andini Harsono)


Kabupaten Banyumas lahir pada tahun 1582 yang dibangun oleh Raden Joko Kahiman memiliki luas wilayah 132.759,56 ha dan terletak di antara daratan dan pegunungan barat daya Provinsi Jawa Tengah. Karena wilayahnya pegunungan maka sebagian tanah serayu dimanfaatkan untuk pertanian, sebagian dataran tinggi untuk pekarangan dan pemukiman. Banyumas juga memiliki hutan tropis serta perkebunan yang terletak di lereng Gunung Slamet sebelah selatan.

Kekayaan bumi yang dimiliki Kabupaten Banyumas sangat potensial. Dari sektor pertanian hingga sektor wisata semua ada di sini. Sudah terbayang bagaimana indahnya kabupaten ini karena berada di lereng Gunung Slamet dengan sejuta kecantikan alamnya. Suhu udara di Banyumas juga pastinya sejuk karena terletak di pegunungan.

Selain Baturraden, pelancong dapat menikmati keindahan alam terbentang luas di Banyumas. Curug Gumawang, Curug Cipendok dan Curug Ceheng merupakan sebagian curug yang dimiliki Banyumas. Katanya terdapat banyak curug di sini. Saking banyaknya maka Banyumas mendapat julukan Negeri 1001 Curug. Di Baturraden sendiri sekarang sudah dilengkapi dengan permainan air kekinian seperti Water Boom, Kolam Luncur, dan Sepeda Air. Tentunya Pancuran Tujuh atau Pancuran Pitu tetap menjadi idola pengunjung karena merupakan sumber air panas alami yang bermanfaat bagi kesehatan.

Wisata sejarah dan religi juga ada di Banyumas. Museum BRI, Museum Jendral Soedirman, Museum Wayang Sendang Mas menjadi sumber sejarah yang bisa dipelajari. Sedangkan Masjid Saka Tunggal dan Taman Kera Wangon serta Goa Maria merupakan wisata religi kabupaten ini.

Banyumas Extravaganza
(sumber foto : www.banyumaskab.go.id)


Yang membuat saya tertarik untuk dolan ke Banyumas adalah berbagai perhelatan seni dan budayanya. Wayang kulit Gragag Banyumasan yang berkitab mahabrata dan ramayana dengan dialog khas Banyumasan, Ebeg/Kuda Lumping, Tari Lengger dan Calung Banyumasan dan kesenian Kenthongan merupakan sebagian kesenian Banyumas. Kemudian ada juga berbagai kirab-kirab budaya yang digelar berdasarkan petung Jawa atau digelar pada waktu-waktu tertentu sesuai dengan hitungan kalender Jawa. Dan perhelatan Banyumas Extravaganza sebagai event unggulan setiap tahun dimana kesenian dan kebudayaan Banyumas ditampilkan di event ini. Bukan hanya itu produk unggulan dan makanan khas Banyumas yang dikelola oleh UKM dipamerkan juga. Untuk membantu menyuarakan promosi Kabupaten Banyumas, diadakan pula pemilihan Kakang dan Mbekayu sebagai duta wisata Banyumas.

Kirab Hari Jadi Kabupaten Banyumas juga dilaksanakan setiap tanggal 22 Februari sebagai peringatan hari jadi Kabupaten Banyumas dengan menampilkan prosesi kirab pusaka. Kirab ini diawali dengan ziarah ke makam Raden Joko Kahiman yang merupakan bupati pertama sekaligus pendiri Kabupaten Banyumas. Lalu dilanjutkan dengan syukuran dan ruwat wayang kulit, serta arak-arakan pusaka hingga ke alun-alun Purwokerto. Pesta rakyat menjadi akhir dari prosesi kirab ini.

Presentasi Promosi Potensi Daerah Kabupaten Banyumas
yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten Banyumas,
Dinas Pemuda, Olahraga, Kebudayaan dan Pariwisata
(dok. Andini Harsono)


Waktu saya menghadiri acara Presentasi Promosi Daerah Kabupaten Banyumas beberapa waktu lalu di Jakarta, saya semakin tertarik untuk mengenal Kabupaten Banyumas lebih dekat lagi. Menikmati keindahan alamnya, mencicipi makanan khasnya dan mengenal sejarah serta budayanya merupakan tujuan saya dalam perjalanan berikutnya. Saya ingin merasakan kesejukan dan kedamaian di kabupaten ini. Ingin belajar budi pekerti yang tertanam sejak kabupaten ini dilahirkan yaitu sifat altruistis yang tidak mementingkan diri sendiri. Seorang ksatria yang membangun pemerintahan dengan jiwa persatuan dan memberi kesejahteraan kepada saudaranya. Sifat-sifat sang pendiri menjadi suri tauladan Kabupaten Banyumas dengan “Bektining Manggala Tumataning Praja.” sebagai nafas berjalannya pemerintahan Kabupaten Banyumas.


--
Sumber Tentang Kabupaten Banyumas :
www.banyumaskab.go.id
www.peta-banyumas.blogspot.co.id
www.banyumasku.com

Komentar

  1. Semoga dengan reportase Lita ini, bisa mengundang banyak wisatawan domestik dan mancanegara datang berkunjung sesuai harapan dinas pariwisata setempat...

    BalasHapus
  2. Ohh asli Jawa Tengah to mbak hehehe, Baturaden emang sudah terkenal ya. Mupeng ih

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Liburan Murah ke Gunung Mas Puncak Bogor

Sensasi Tea Time Pertama Kali di TWG